Sinergitas Semua Pihak Dibutuhkan Hadapi Musim Penghujan

Lampung Selatan | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan mencatat ada 15 rumah warga di Desa Canti dan Desa Banding Kecamatan Rajabasa terdampak banjir akibat hujan deras.

 

” Sejak kemarin sore hingga pagi, wilayah di sejumlah desa di Kecamatan Rajabasa diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras cukup lama, sehingga terjadi banjir . Tercatat ada 10 rumah warga di Desa Canti dan 5 rumah di Desa Banding yang tergenang banjir, ” Kata Aflah Efendi, Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Sabtu (4/11/2023).

 

Menurut dia, banjir diduga akibat tersumbatnya saluran air di wilayah yang berlokasi dengan pembangunan proyek breakwater.

 

” Kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak balai besar dan kepala desa setempat, untuk membahas permasalahan banjir yang terjadi. Dimana pihak balai sudah menurunkan alat berat dan mereka siap apa yang menjadi kendala penyebab banjir itu , akan dibangun oleh pihak balai, ” Ujar Aflah.

 

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu.

 

” Tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi terkait cuaca dari instansi berwenang,” tuturnya.

 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah titik di wilayah Desa Canti Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, pada Jumat (24/11/2023) malam mengalami kebanjiran akibat hujan deras.

 

Menurut warga sekitar, hujan deras selama kurang lebih 2 jam, sejak sore pukul 17.00 wib. Dimana titik lokasi banjir di desa itu hanya terdampak di wilayah desa yang bertempatan dengan proyek pembangunan pengaman pantai yang mangkrak.

 

” Sering hujan deras, tapi belum pernah kejadian banjir kaya gini. Apalagi titik-titik daerah yang kena hanya daerah yang berdekatan dengan proyek mangkrak itu,” ujar Rifai (40) warga setempat.

 

Kepada Desa Canti, Zahidin saat dihubungi membenarkan peristiwa banjir bandang tersebut terjadi di wilayah desanya akibat hujan deras yang turun sejak petang.

 

Kendati demikian, Zahidin pun mengungkapkan keheranannya, mengapa yang terdampak banjir hanya wilayah yang berlokasi yang sama dengan proyek breakwater.

 

“Ini lah salah satu hal yang saya khawatirkan, jika proyek tersebut terus dibiarkan saja mangkrak, maka bakal menjadi beberapa sumber bencana. Buktinya, hujan yang turun sore tadi terjadi merata hampir di seluruh wilayah pesisir kecamatan Rajabasa. Tapi mengapa hanya beberapa daerah ini saja yang terdampak banjir,” kata Zahidin.

 

Diduga banjir terjadi, akibat kondisi bangunan tanggul laut yang setengah jadi itu tak berfungsi secara maksimal. Seperti belum memiliki saluran air atau drainase. (or)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *