SOLO — Barisan Motor Gibran (BMG) menyambangi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Kedatangan BMG menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen organisasi dalam mengawal perjalanan Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatannya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.
Lebih dari sekadar silaturahmi, kunjungan tersebut juga dimaknai BMG sebagai upaya meminta restu kepada Joko Widodo sebagai seorang ayah sekaligus tokoh nasional yang pernah memimpin Indonesia.
Bagi BMG, restu Jokowi memiliki makna penting sebagai energi moral dan spirit perjuangan untuk terus bergerak mengawal Gibran.
“Kami datang ke Solo bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Kami datang untuk meminta restu. Restu dari seorang ayah kepada anaknya, sekaligus restu dari seorang mantan Presiden Republik Indonesia kepada gerakan anak-anak muda yang selama ini memilih berdiri bersama Mas Gibran,” kata Ketua Umum Barisan Motor Gibran (BMG), Frangky Lucas Manuhutu, Selasa (29/9) di Solo.
Frangky menegaskan, BMG berkomitmen mengawal Gibran hingga menyelesaikan masa tugasnya sebagai Wakil Presiden periode 2024–2029.
Menurutnya, perjalanan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab politik BMG untuk memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berjalan hingga akhir masa jabatan dengan dukungan sekaligus pengawasan dari masyarakat.
“Kami akan kawal Mas Gibran sampai masa akhir jabatannya. Bagi kami, perjuangan tidak berhenti di tengah jalan. Apa yang sudah dimulai harus dikawal sampai selesai,” tegas Frangky.
_*KEMBALI KAWAL GIBRAN DI 2029*_
Frangky mengatakan, BMG juga telah memandang jauh ke depan. Jika pada Pilpres 2029, Gibran memutuskan untuk kembali maju dalam kontestasi politik nasional, BMG menyatakan siap kembali mengawal langkah tersebut.
“Kalau Mas Gibran memutuskan maju pada Pilpres 2029, BMG siap kembali berada di garis depan untuk mengawalnya. Kami adalah anak-anak motor yang sudah terbiasa bergerak dan membangun jaringan serra menjaga solidaritas. Energi itu yang akan kami bawa dalam perjalanan menuju 2029,” ujar Frangky.
Menurut Frangky, dukungan BMG tidak dibangun hanya berdasarkan momentum politik sesaat. BMG juga membangun jaringan komunitas yang memiliki konsistensi, solidaritas, dan kemampuan untuk bergerak bersama masyarakat.
Terkait berbagai isu negatif dan kontroversi yang belakangan dikaitkan dengan Gibran, Frangky menyebut BMG melihatnya sebagai bagian dari dinamika politik nasional yang semakin menghangat menuju 2029.
BMG, kata dia, tidak ingin terjebak dalam perang narasi maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Namun, Frangky menyebut berkembangnya berbagai isu tersebut tidak boleh dilepaskan dari konteks politik nasional menuju kontestasi berikutnya.
“Kami melihat ada banyak isu yang menghantam Mas Gibran. Bagi kami, ini harus disikapi dengan kepala dingin. Kami tidak mau asal menuduh siapa di belakangnya. Tetapi kami juga tidak naif. Politik menuju pilpres 2029 pasti akan semakin dinamis, dan setiap tokoh yang memiliki potensi politik tentu akan menghadapi berbagai macam isu dan serangan opini,” kata Frangky.
Ia menegaskan, BMG akan menjawab dinamika tersebut dengan kerja organisasi, komunikasi publik, konsolidasi dan kegiatan yang nyata di tengah masyarakat.
“Kalau ada tuduhan, kita jawab dengan data. Kalau ada kritik, kita jawab dengan kerja. Kalau ada informasi yang tidak benar, kita luruskan. BMG tidak ingin menjadi kelompok yang hanya berisik di media sosial. Kami ingin hadir dan bergerak nyata,” tegasnya.
Frangky menutup dengan menegaskan bahwa BMG akan terus berada di jalan bersama Gibran.
“Kami datang ke Solo membawa semangat, meminta restu, dan pulang membawa energi baru. Masa jabatan dikawal sampai selesai. Kalau pada Pilpres 2029 nanti Mas Gibran kembali maju, BMG siap bergerak lagi. Karena bagi kami, perjuangan bukan soal sekali jalan. Sekali gas, maka gas sampai tujuan,” pungkas Frangky Lucas Manuhutu.
(*)











