MOSKOW – Presiden Prabowo Subianto memilih langkah tak biasa di tengah gejolak global: terbang ke Moskow untuk berkonsultasi langsung dengan Presiden Vladimir Putin.
Pertemuan berlangsung Senin (13/4/2026) di Istana Kremlin. Tanpa basa-basi diplomatik, Prabowo menegaskan misinya. “Maksud dan tujuan saya hari ini datang intinya adalah untuk berkonsultasi. Situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” ujarnya di hadapan Putin.
Lebih jauh, Prabowo menyebut Rusia sebagai kekuatan penyeimbang. “Kami melihat peran Rusia sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” tegasnya.
Pertemuan ini bukan seremoni. Dua agenda keras dibahas di meja Kremlin. Pertama, pemetaan geopolitik. Indonesia secara terbuka memposisikan Rusia sebagai mitra strategis untuk membaca arah konflik global dan pergeseran aliansi. Kedua, ketahanan energi. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut kunjungan ini krusial. Opsi yang dibahas mengerucut: skenario pasokan minyak mentah dari Rusia hingga akselerasi kerja sama teknologi nuklir sipil jangka panjang.
Langkah Prabowo ke Moskow menandai akselerasi poros Jakarta-Moskow. Ini pertemuan ketiga dengan Putin dalam 10 bulan sejak Prabowo dilantik: Forum Ekonomi Saint Petersburg Juni 2025, bilateral di Kremlin Desember 2025, dan kini konsultasi strategis April 2026.
Komunikasi bahkan sudah dibuka sejak Juli 2024, saat Prabowo masih berstatus presiden terpilih.
Sinyal ke dunia jelas,di saat arsitektur global retak dan rantai pasok energi goyah, Indonesia tak mau menunggu. Moskow kini bukan sekadar mitra dagang. Ia jadi jangkar konsultasi geopolitik dan energi RI.
#mediari.co
Sumber : Sekretariat Presiden








