“Catat Tanggal 7 – 10 Juni 2024″Gerakan Serentak Ke Posyandu Cegah Stunting

Lampung Selatan – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan terus menekan angka stunting, melalui Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Se- Kabupaten Lampung Selatan , yang akan diadakan serentak pada tanggal 7 sampai 10 Juni 2024.

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, dalam mengakses pelayanan kesehatan yang disediakan oleh posyandu. Posyandu biasanya menawarkan berbagai layanan kesehatan. Seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, konsultasi kesehatan, dan penyuluhan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Dokter Nessi Yunita MM . Menurutnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan Posyandu berbasis dusun untuk deteksi awal kesehatan bayi dan balita guna mencegah serta menekan angka kasus stunting.

” Kegiatan Posyandu ini akan diadakan serentak mulai besok ( tgl 7-10 Juni red) yang merupakan kegiatan dasar diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Tentunya, kegiatan Posyandu ini juga diawasi oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas terdekat.

” Moms (ibu hamil red) juga bisa mendapatkan pelayanan KB, imunisasi dan vaksin di Posyandu. Serta memberikan saran dan edukasi kepada orang tua tentang perawatan anak yang baik,” katanya.

Nessi juga menjelaskan, selain bayi balita dan ibu hamil, gerakan ini juga diwajibkan untuk calon pengantin hamil.

‘Nantinya bagi calon pengantin yang hamil juga dapat pelayanan kesehatan , seperti dilakukan Skirining layak hamil,penimbang berat badan, pengukuran LILA ( Linhkar Lengan Atas ) dan intervensi sesuai tata laksana,” ujarnya.

Nessi berharap , melalui gerakan ini dapat meningkatkan partisipasi orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke posyandu.

“Pentingnya Posyandu, manfaat antara menyediakan layanan yang penting,termasuk pencegahan stunting. untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Nessi, Pemkab Lamsel tidak hanya sekedar menjalankan amanat pemerintah pusat saja, namun juga komitmen bupati Nanang Ermanto dalam terwujudnya integrasi pelaksanaan penurunan stunting secara gotong royong , melibatkan seluruh pemangku kebijakan dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa.

” Perlunya dukungan dari seluruh stakeholder, termasuk kepala desa dan lurah untuk mendorong masyarakat untuk datang ke posyandu dan meningkatkan kualitas layanan di Posyandu,” katanya.

(ior)

 

.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *