UMKM Lamsel Tumbuh Pesat, Menjadi Pilar Ekonomi Kreatif

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memiliki peran penting dalam meningkatkan keberhasilan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai penopang perekonomian masyarakat.

Melalui pengembangan agrowisata dan Industri Kecil dan Menengah (IKM), tercatat pada tahun 2023 lalu, produk UMKM di Lampung Selatan mencapai sekitar 15.514 UMKM. Pertumbuhan UMKM tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 15.406 UMKM.

Dengan 514 Pelaku UMKM dan 336 Koperasi aktif tersebar di seluruh wilayah Lampung Selatan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Selatan, Ariantoni, S.sos, MM mengatakan bicara tentang UMKM khususnya di kabupaten Lampung Selatan sekarang ini mengalami kenaikan. Hal itu dinilai sejalan dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha.

UMKM mampu bertahan dan meningkat karena daya tarik serta upaya masyarakat dan dukungan bupati Lampung Selatan untuk tetap bertahan hidup ketika terdampak pandemi Covid-19.

” Banyaknya UMKM yang ada di Lampung Selatan,menggambarkan potensi kekayaan alam yang dapat terus digali dan dikembangkan. Demi meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujar Ariantoni . Jumat, 21 Juni 2024.

Salah satunya, kata Ariantoni, Pemkab Lamsel mendorong pengembangan agrowisata dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan program pesta rakyat di setiap kecamatan.

” Pesta rakyat ini diharapkan sebagai sarana promosi produk unggulan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di 17 Kecamatan , agar memiliki produk unggulan. Dimana kecamatan Sidomulyo terpilih menjadi ibukota UMKM Lampung Selatan, dan  dengan adanya Kecamatan Fair  membangkitkan UMKM di setiap desa dan kecamatan di Lampung Selatan ,” Katanya.

Menurut Ariantoni, Lampung Selatan juga memiliki potensi UMKM berbasis hasil bumi yang sangat besar. Beberapa produk seperti hasil bumi dan hasil lahan pertanian punya potensi ekonomi bagi masyarakat.

” Salah satunya sentra IKM keripik di kecamatan way sulan dan sentra IKM gerabah di Kecamatan Natar,” katanya.

Lebih lanjut, Ariantoni menjelaskan, Pemkab Lamsel juga memberikan dukungan kepada UMKM yang ada dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan akses ke pasar serta pembiayaan yang terjangkau.

Dengan program kolaborasi antara pemerintah, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang bertujuan untuk membantu UMKM.

” Dalam melaksanakan program ini, Pemkab Lamsel tidak hanya memberikan dukungan finansial dan pelatihan, namun juga berperan penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan UMKM, memfasilitasi kolaborasi, dan memperkuat sektor UMKM melalui digitalisasi,” Pungkasnya.

 

(ior)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *