Berita

PERTI Lampung Teguhkan Komitmen Dakwah dan Pendidikan pada Harlah ke-98

4
×

PERTI Lampung Teguhkan Komitmen Dakwah dan Pendidikan pada Harlah ke-98

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung_ Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Provinsi Lampung, Firmansyah Y. Alfian, menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan perjuangan organisasi di bidang tarbiyah (pendidikan) dan dakwah dengan menyesuaikan diri terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman.

PERTI merupakan organisasi masyarakat Islam yang berdiri sejak tahun 1928 di Sumatera Barat, didirikan oleh Sulaiman ar-Rasuli. Sejak awal, organisasi ini dikenal konsisten dalam mengembangkan pendidikan Islam berbasis tradisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-98, peringatan puncak digelar secara nasional melalui pertemuan virtual yang diikuti seluruh pengurus PERTI se-Indonesia. Di tingkat daerah, PERTI Lampung memusatkan kegiatan di sekretariatnya di Darmajaya, dengan mengikuti agenda nasional tersebut secara khidmat dan lancar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Ifta’ PERTI Riau periode 2022–2027, Abdul Somad, yang juga menjabat Direktur Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan PERTI Nasional (LP3N), menyampaikan bahwa PERTI tetap berpegang teguh pada prinsip aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan corak teologi Asy’ariyah-Maturidiyah.

Di bidang fiqih, PERTI konsisten mengikuti mazhab Syafi’i serta mempertahankan tradisi bermadzhab sebagai respons terhadap munculnya gerakan anti-mazhab sejak awal abad ke-20. Sementara dalam aspek tasawuf, PERTI menerima praktik yang selaras dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan pengaruh kuat dari Tarekat Naqsyabandiyah dan Syattariyah yang telah lama berkembang di Minangkabau.
Mengusung tema

“Melanjutkan Perjuangan Syech Sulaiman Ar-Rasuli untuk Negeri”, peringatan Harlah kali ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader.

Ketua Umum Pimpinan Pusat PERTI, M. Syarfi Hutauruk, dalam sambutannya menegaskan bahwa PERTI tidak boleh hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi harus berperan aktif dalam menentukan masa depan bangsa.

“Menggenggam tradisi tanpa bergerak adalah kemunduran, dan bergerak tanpa menggenggam tradisi akan kehilangan arah,” tegasnya.

Peringatan Harlah ke-98 ini diharapkan semakin memperkuat peran PERTI sebagai organisasi yang mampu menjaga keseimbangan antara tradisi keislaman dan dinamika modernitas di Indonesia.(*)

Pewarta : Nurdin Kamini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *