Berita

‎DPRD Lamsel Buka Suara: Tak Perintahkan Pabrik Dibuka, Hanya Jembatani Warga yang Kesulitan Ekonomi

1
×

‎DPRD Lamsel Buka Suara: Tak Perintahkan Pabrik Dibuka, Hanya Jembatani Warga yang Kesulitan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Lampung Selatan, Ibu Asmara, akhirnya buka suara soal polemik PT Samudra New Energy Indonesia di Desa Sukanegara yang kembali beroperasi meski DLH sudah perintahkan stop.

‎Asmara menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan pabrik dibuka. “Perusahaan itu memang ditutup sementara sampai izin lain terpenuhi,” ujarnya.

‎DIDESAK RATUSAN WARGA

‎Asmara mengaku didatangi hampir ratusan orang,pekerja, tokoh masyarakat, hingga aparatur desa. Mereka meminta pabrik dibuka kembali karena faktor ekonomi.

‎“Banyak yang kesulitan. Ada anaknya masuk rumah sakit, istri mau lahiran, anak mau daftar ulang sekolah. Saya sebagai dewan hanya menengahi,” kata Asmara kepada mediari ,Selasa 9 Juni 2026.

‎CEK LAPANGAN: WARGA BILANG TAK TERGANGGU

‎Untuk memastikan, Asmara mengarahkan aparat desa dan pemuda mengecek langsung ke warga RT 5 Dusun Kemang.

‎“Hasilnya, warga bilang tidak merasa terganggu. Cuma kalau ada angin tercium bau ban dibakar, tapi masih wajar. Dicek tumbuhan juga tidak ada yang mati,” jelasnya.

‎TIDAK TAHU PASTI KAPAN DIBUKA

‎Dengan kesaksian Kadus, pemuda, dan pekerja, Asmara menyebut mungkin itu alasan perusahaan kembali buka. Namun ia tegaskan: “Saya belum tahu pastinya. Yang jelas saya tidak memerintahkan untuk membuka. Saya hanya jembatani masalah.”

‎Asmara menambahkan sedang berupaya membantu pengurusan izin yang kurang. “Mohon doanya agar semua izin segera kelar.”

‎CATATAN REDAKSI  

‎Sebelumnya, DLH Lamsel memerintahkan PT Samudra New Energy Indonesia stop operasi karena 5 pelanggaran fatal: tak ada izin lingkungan, buang limbah ilegal, emisi beracun tanpa filter, Limbah B3 tak dikelola, dan bangunan tanpa PBG/IMB. Ancaman pidana UU 32/2009: penjara 3 tahun, denda Rp3 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *