LAMPUNG SELATAN — Pelaksanaan program literasi dan numerasi yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Lampung Selatan pada 11 Agustus 2026 di SMP Negeri 3 Natar menuai sorotan. Pasalnya, setiap sekolah diminta menyumbang Rp250.000 nominal yang dinilai terlalu besar dan membebani para kepala sekolah di tengah kondisi ekonomi sulit serta kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan.
Pengakuan itu disampaikan Jamaludin, SH., Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Banding sekaligus pengurus Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS), membenarkan adanya pertemuan antara pengurus MKKS dan FKSS pada 11 Agustus lalu bertepatan dengan kegiatan literasi tersebut. Dalam pertemuan itu, FKSS mengajukan sekitar 13 nama kepala sekolah untuk masuk dalam kepengurusan.
”Saya salah seorang yang di ajukan, tapi hingga kini belum ada pemberitahuan. Di acara literasi itu kami di bebankan sumbangan Rp. 250.000,” Ujar Jamal yang mengaku tidak sempat hadir karena tugas lain,dikutip di laman portal aspirasi.
Di tengah beban operasional sekolah yang semakin berat, nominal Rp250.000 dirasa tidak ringan. Belum lagi biaya transportasi dan bahan bakar bagi kepala sekolah yang berjarak jauh dari lokasi kegiatan. Peruntukan dana tersebut pun tidak dirincikan kepada para penyumbang.
Sementara,Wakil MKKS Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Kepala SMPN 3 Natar, Bambang, memberikan penjelasan yang berbeda. “SMPN 3 Natar hanya tuan rumah kegiatan saja. Kapasitas saya sebagai tuan rumah, salah kalau saya yang menjelaskan. Seingat saya bukan Rp250 ribu, tapi Rp120 ribu untuk dua peserta dari masing-masing sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (27/8) melalui pesan WhatsApp.
Menurut Bambang, sumbangan dari masing-masing Kepala Sekolah itu untuk konsumsi,snak, kopi (2x),kebersihan,sewa kipas blower 2 buah,sound syatem,dan lain-lain.
” Peserta kegiatan berjumlah 154 orang, terdiri dari perwakilan 70 sekolah SMP negeri dan swasta (masing-masing dua orang) serta 14 ketua MGMP se-Lampung Selatan.Kegiatan sampai jam 3 siang” ujarnya.
Bambang menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Ketua MKKS Kabupaten Lampung Selatan. Terkait kepengurusan, ia menyebut SK kepengurusan sudah diajukan ke Dinas Pendidikan namun belum turun hingga kini. “Hari ini Ketua MKKS ke Dinas Pendidikan membahas SK tersebut, apakah sudah ditandatangani Pak Kadis atau belum,” tambahnya.
Gayung bersambut, Ketua MKKS Kabupaten Lampung Selatan, Ghofur, mengatakan jika sumber yang menggunakan sumbangan itu sebesar Rp.250 rb tidak benar .
’Coba tanya kesumbernya bener ga itu, yang pasnya 120rb buat berdua orang, KS dan WK nya itu.Itupun buat makan siang dan snak,kopi, teh,2x. Tambah kebersihan, sewa sound sistem” ujarnya.
(ior)











