Berita

‎PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove di Muara Gading Mas, Bupati Ela: Sinergi Kunci Keberhasilan Konservasi

5
×

‎PHE OSES Kembangkan Demplot Mangrove di Muara Gading Mas, Bupati Ela: Sinergi Kunci Keberhasilan Konservasi

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR — PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memperkuat kolaborasi pelestarian ekosistem pesisir melalui pengembangan demplot mangrove seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.

‎Peresmian kawasan percontohan ini ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada awal September lalu. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Lampung, serta jajaran manajemen PHE OSES dan mitra perusahaan lainnya.

‎Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik langkah nyata tersebut. Menurutnya, keberadaan ekosistem mangrove memiliki fungsi vital sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.

‎”Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi,” ujar Ela.

‎Bupati juga menegaskan bahwa upaya konservasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program tidak sekadar berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus berlanjut secara berkelanjutan.

‎”Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan Maringgai,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan pesisir merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

‎”Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” jelas Danya.

‎Ke depannya, kawasan demplot mangrove ini direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung garis pantai, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. Program ini akan disinergikan dengan rencana pemerintah daerah menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga pengelolaan lingkungan pesisir berjalan lebih terpadu.

‎

‎(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *