Berita

‎Proyek Swakelola Irigasi Perpompaan Rp156 Juta Poktan Karya Mandiri Diduga Jadi Ajang Untung,Spesifikasi Dipangkas Seenaknya ‎

5
×

‎Proyek Swakelola Irigasi Perpompaan Rp156 Juta Poktan Karya Mandiri Diduga Jadi Ajang Untung,Spesifikasi Dipangkas Seenaknya ‎

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG SELATAN — Proyek bantuan irigasi perpompaan senilai Rp155.700.000 juta yang dikelola secara swakelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Karya Mandiri diduga menyimpang dari tujuannya. Alih-alih dinikmati warga,proyek dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan,bersumber dari APBD TA 2026 tersebut dikhawatirkan dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh pihak yang bertanggung jawab.

‎Penelusuran langsung di lokasi pada titik pekerjaan menemukan banyak kejanggalan fisik yang melanggar ketentuan spesifikasi teknis. Struktur dudukan mesin pompa dibuat lebih kecil dari ukuran yang direncanakan dalam dokumen. Demikian pula besi tulangan yang dipasang, diameternya lebih kecil dibandingkan ketentuan resmi.

‎Bukti ketidakberesan terlihat jelas pada struktur bangunan. Dudukan mesin pompa air dibuat lebih kecil dari ukuran yang tertuang dalam dokumen rencana. Sementara itu, besi tulangan yang digunakan berdiameter lebih kecil dibandingkan standar yang dipersyaratkan.

‎Pemangkasan juga terjadi pada kapasitas daya listrik. Sesuai ketentuan, daya yang harus dipasang adalah 2.200 VA. Namun kenyataannya, yang terpasang hanya 1.300 VA — jauh di bawah batas minimum.

‎Akibat pelanggaran spesifikasi ini, mesin pompa dikhawatirkan tidak mampu mengairi lahan pertanian secara maksimal. Ancaman terbesar muncul saat musim kemarau tiba, di mana ketersediaan air sangat dibutuhkan petani untuk mengairi sawah mereka.

‎Tercatat ada 6 titik pekerjaan yang tersebar di dua kelompok tani, termasuk Poktan Karya Mandiri, yang menjadi sasaran kegiatan tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan,ketua Poktan Karya Mandiri Sodri saat ingin dikonfirmasi tidak bisa dihubungi,bahkan Kepala UPT Pertanian Kecamatan Way Sulan terkesan menghindar.

 

‎(Supri/ior)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *