LAMPUNG SELATAN — Masyarakat diimbau waspada terhadap munculnya modus penipuan baru yang menyasar awak media dan masyarakat umum. Pelaku menghubungi melalui WhatsApp dengan mengaku sebagai pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kemudian berusaha memancing korban agar memberikan kode verifikasi yang masuk ke nomor ponsel korban.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media, Selasa (4/11/2026), pelaku menghubungi melalui nomor +62 882-2608-3171. Percakapan dimulai dengan salam, lalu pelaku memperkenalkan diri dengan nama Dendi Santoso dan mengaku berasal dari jajaran PSI. Pelaku menyebut ingin menyampaikan informasi kegiatan partai untuk diterbitkan di media.
Menariknya, nomor yang digunakan pelaku menunjukkan kejanggalan,saat dihubungi kembali setelah percakapan pertama, nomor sudah tidak aktif dan pesan WhatsApp hanya berwarna ceklis satu.
Namun ketika dihubungi menggunakan nomor ponsel yang berbeda, nomor pelaku ternyata aktif kembali ,telepon berdering dan pesan WhatsApp berstatus terkirim (ceklis dua).
Hal ini mengindikasikan pelaku sengaja memblokir nomor korban setelah mendapatkan informasi yang diinginkan atau ketika menyadari kewaspadaan korban meningkat. Namun nomor tersebut tetap berfungsi untuk menargetkan korban lain.
Cara Kerja Modus Penipuan,pelaku menghubungi korban dengan mengaku dari instansi/lembaga tertentu, lalu meminta bantuan dengan alasan sepele.
Selanjutnya mngatakan akan mengirimkan kode verifikasi dan meminta korban menyampaikan kode tersebut.Jika kode diberikan, pelaku dapat mengambil alih akun WhatsApp korban sepenuhnya.
Penting kode verifikasi WhatsApp adalah kunci akses akun Anda. Jangan pernah memberikannya kepada siapa pun, sekalipun orang tersebut Anda kenal. WhatsApp tidak pernah mengirimkan kode untuk dimintakan kepada orang lain.
Tips Menghindari Penipuan Serupa. Pertama jangan berikan kode verifikasi apa pun kepada siapa pun.Jangan klik tautan mencurigakan dari nomor tidak dikenal.Verifikasi identitas penelepon melalui saluran resmi organisasi terkait. Dan Blokir nomor yang mencurigakan dan laporkan ke pihak berwajib
Pihak PSI diminta untuk segera mengonfirmasi kebenaran informasi ini sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan panggilan atau pesan dari nomor yang belum tentu identitasnya jelas.
(*)











