Berita

Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung  

1
×

Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung  

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG UTARA — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, untuk berkembang menjadi desa wisata budaya unggulan. Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali falsafah leluhur, memperkuat kerukunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Mulang Maya, Kamis (29/10/2026). Kedatangannya disambut meriah melalui prosesi adat Lampung, di mana para Tuho-tuho Rajo mengalungkan selikkep dan kikat sebagai tanda penghormatan. Rangkaian dilanjutkan dengan prosesi Merwatin, pertemuan tokoh adat untuk menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mendengarkan arahan Gubernur.

Dalam prosesi tersebut, Gubernur juga dipanggo atau diarak menggunakan tandu adat sejauh sekitar 50 meter, dari depan Masjid Nurul Iman menuju Sessat Abung Tinggi Mulang Maya. Setibanya di Lawang Kurei, Gubernur memasuki sessat dan duduk di Kuto Rajo bersama Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara, unsur Forkopimda, serta tokoh adat, termasuk Suttan Ratu Sangdiwo Tuho, Tuan Yang Besar Raja yang Sakti.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Abung Tinggi Mulang Maya, sekaligus piagam penghargaan kepada pengurus adat. Penyerahan ini memperkuat kelembagaan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata desa secara terarah dan berkelanjutan.

“Terima kasih, ini adalah kunjungan kerja saya ke desa budaya yang sudah kami tetapkan. Alhamdulillah, insya Allah Mulang Maya akan menjadi desa budaya kebanggaan masyarakat Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, gedung, dan fasilitas umum. Pembangunan juga harus memastikan masyarakat dapat hidup dengan baik, nyaman, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Salah satu kekuatan Lampung, kata dia, terletak pada kemampuan masyarakat hidup berdampingan di tengah keberagaman. Kerukunan ini menjadi modal penting bagi perkembangan daerah. Falsafah hidup masyarakat seperti Piil Pesenggiri berperan membentuk karakter yang menjunjung kehormatan, saling menghormati, dan bergotong royong — nilai yang harus tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar simbol budaya atau bangunan fisik. Kita ingin menghidupkan kembali falsafah dan nilai kehidupan masyarakat Lampung: saling menghormati, menjaga martabat, bekerja sama, dan hidup berdampingan secara damai,” ungkapnya.

Gubernur menjelaskan, pada 2025 pemerintah telah melakukan penilaian terhadap potensi desa-desa di Lampung untuk menentukan lokasi percontohan pengembangan desa budaya. Mulang Maya dipilih karena kekayaan adat, potensi alam, sejarah panjang, serta komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Ke depan, Gubernur mendorong pengembangan kesenian tradisional, kegiatan adat, serta komoditas lokal bernilai sejarah seperti lada dan kopi. Potensi budaya ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang menyaksikan tradisi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat, menikmati keramahan, serta membeli produk lokal.

“Selama ini wisatawan lebih mengenal potensi alam dan bahari Lampung. Padahal kekayaan adat, kesenian, arsitektur, dan keramahan masyarakat juga memiliki daya tarik besar yang dapat memperpanjang masa kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Gubernur berharap agenda wisata budaya Mulang Maya dapat dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata tingkat provinsi mulai tahun 2027. Dukungan pemerintah provinsi akan diarahkan melalui promosi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan potensi lokal — dengan tetap menempatkan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat sebagai tujuan utama.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pembangunan infrastruktur, penataan kawasan, serta pemberdayaan masyarakat di Desa Mulang Maya dan desa-desa sekitarnya melalui sinergi program pembangunan.

Usai rangkaian acara adat, Gubernur Mirza beserta rombongan meninjau langsung sentra UMKM di Desa Mulang Maya. Langkah ini untuk memastikan potensi ekonomi masyarakat dapat tumbuh beriringan dengan pelestarian budaya, sehingga kehadiran wisatawan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Mulang Maya diharapkan tumbuh menjadi desa wisata budaya yang membanggakan — bukti nyata bahwa kemajuan dapat dibangun tanpa kehilangan identitas dan kearifan lokal.

(Berami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *