Daerah

‎Sembilan Bulan Disekap Sindikat Calo, Pemuda Lampung Selatan Dipulangkan: Bupati Turun Tangan, Beri Peringatan Keras

12
×

‎Sembilan Bulan Disekap Sindikat Calo, Pemuda Lampung Selatan Dipulangkan: Bupati Turun Tangan, Beri Peringatan Keras

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – Setelah sembilan bulan terjebak jerat sindikat calo tenaga kerja kapal ikan di Merauke, Ahmad Abi Ar-Razi alias Aji akhirnya pulang ke Lampung Selatan. Kepulangannya jadi alarm keras bahaya calo tenaga kerja, sekaligus bukti pemerintah daerah tidak tinggal diam.

‎Aji tiba di Bandara Radin Inten II, Rabu malam (8/4/2026) pukul 20.10 WIB dalam kondisi lemah. Ia dijemput keluarga bersama Dinas Sosial Lampung Selatan yang mengawal kepulangan dari Papua Selatan.

‎Sehari berselang, Kamis (9/4/2026), Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama langsung menyambangi rumah orang tua Aji di Lingkungan 05 Sukajadi, Kalianda. Tanpa seremonial, Bupati duduk bersama keluarga, mendengar langsung kronologi, dan memastikan negara hadir.

‎Hasil pemeriksaan awal, Aji mengalami batuk berdahak hijau, anemia, dan gangguan pada kaki akibat dipaksa bekerja hampir 24 jam tanpa henti. Dinas Kesehatan diperintahkan menerjunkan tim medis untuk pemulihan total hingga Aji sehat.

‎Di hadapan Aji dan keluarganya, Bupati Egi menegaskan komitmennya dengan tiga langkah konkret. Pertama, jaminan kesehatan.Pemerintah tanggung semua biaya pemulihan sampai Aji pulih total.Kedua dorong kembali sekolah.

‎” Sehat dulu, lalu lanjutkan pendidikan minimal lulus SMA. Ijazah itu tameng biar tidak mudah ditipu dan bisa dapat kerja layak,” tegas Bupati.

‎Ketiga, proses hukum dan pihak nya akan telusuri siapa yang merekrut dan memberangkatkan Aji. Kalau terbukti ada unsur pidana perdagangan orang, langsung kami proses. Ini tidak boleh terulang.

‎” Saya minta masyarakat ekstra hati-hati. Jangan tergiur janji manis gaji besar dari calo. Cek legalitas perusahaan ke Disnaker. Kalau tidak jelas, tolak. Lebih baik menganggur sebentar di kampung daripada disiksa di rantau,” kata Bupati Egi.

‎Tragedi Aji bermula dari tawaran kerja sebagai ABK kapal ikan dengan iming-iming gaji Rp5 juta per bulan. Ia berangkat dari Jakarta ke Merauke demi bantu ekonomi keluarga.

‎Realitanya pahit. Setiba di lokasi, gaji langsung dipotong Rp4 juta untuk “biaya transportasi”. Aji hanya terima Rp1 juta di bulan pertama. Delapan bulan berikutnya ia bekerja tanpa dibayar.

‎“Kerja mancing bisa 24 jam nonstop. Kaki bengkak karena kelamaan berdiri. Sampai sekarang belum bisa jalan normal,” ujar Aji lirih.

‎Ayah Aji, Ahmad Yunus (50), mengucap syukur dan terima kasih Pak Bupati, Dinsos, dan semua pihak. Kami sudah pasrah, tapi anak kami bisa pulang

‎“Alhamdulillah bisa kumpul keluarga lagi. Cari kerja yang jelas. Tanya ke pemerintah, jangan percaya calo. Nyesek kalau sudah ketipu.”ucap aji.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *