Berita

Bawa Rp2 M ke ‘Pusat Orbit’ Sumbagsel: Bupati Egi Sebut Perantau Aset di Halalbihalal 1.500 Tokoh

1
×

Bawa Rp2 M ke ‘Pusat Orbit’ Sumbagsel: Bupati Egi Sebut Perantau Aset di Halalbihalal 1.500 Tokoh

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – Kalau biasanya halalbihalal cuma salaman sama makan opor, yang satu ini beda level. Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumsel, Sabtu kemarin mendadak jadi ‘pusat orbit’ tokoh-tokoh Sumbagsel.

‎Bayangin, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Mendagri Tito Karnavian, Menko Pangan Zulkifli Hasan, sampai Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad duduk satu forum. Belum lagi senior kayak Abu Rizal Bakrie dan Hatta Rajasa. Total ada 1.500 undangan — isinya kepala daerah se-Sumbagsel plus para perantau yang udah ‘merantau ke mana-mana’.

‎Bukan Sekadar Maaf-maafan.Tuan rumah, Gubernur Sumsel Herman Deru, bilang acara ini bukan seremoni kosong.

‎ “Ini forum ide. Tempat nyatuin kepala dari berbagai sektor,” katanya. Buat Herman Deru, Sumbagsel itu satu rumpun: Lampung, Sumsel, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung. “Kita ngumpul bukan pamer kekuatan. Tapi ngingetin kalau kita ini saudara,” tegasnya.

‎Zulkifli Hasan yang sekarang jadi Menko Pangan langsung nyamber. Menurutnya, Sumbagsel itu ‘raksasa tidur’. SDA ada, SDM ada, budaya kuat. “Kurangnya apa? Kolaborasi. Kalau lima provinsi ini kompak, pembangunan bisa ngebut,” ujarnya.

‎Suara dari Lampung Selatan,Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, ikut angkat bicara. Bagi dia, perantau itu ‘aset berjalan’. “Mereka udah punya jaringan di pusat. Tinggal kita sambungin ke potensi daerah. Dari halalbihalal beginian, sinerginya bisa kebentuk,” kata Egi.

‎Langkah Egi bukan omong kosong. Di hari yang sama, Lampung Selatan baru aja dinobatkan peringkat 2 nasional Pembiayaan Kreatif 2026 dan ngantongi insentif Rp2 miliar. “Ini bukti kalau daerah bisa inovatif. Tinggal kita kolaborasiin sama kekuatan perantau Sumbagsel,” tambahnya.

‎Intinya, acara kemarin mau jadi pemantik. Bukan cuma kangen-kangenan lepas Lebaran, tapi juga nyambungin 1.500 kepala buat satu tujuan: Sumbagsel nggak boleh jalan sendiri-sendiri lagi.

‎Soalnya kalau udah kompak, kata orang-orang di Griya Agung kemarin, pembangunan yang merata itu bukan wacana lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *