Lampung Selatan,_ Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali ditegaskan dalam upaya mempercepat swasembada pangan nasional. Hal ini terlihat dalam kegiatan Rembuk Tani bertajuk “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan” yang digelar di Lapangan Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Sabtu (2/5/2026).
Kehadiran jajaran TNI menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 043/Gatam Sumarlin Marjuki, serta Aster Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Ricardo Siregar. Dukungan TNI dinilai strategis dalam mengawal program ketahanan dan kedaulatan pangan hingga ke tingkat desa.
Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa TNI siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan TNI tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga pendampingan langsung kepada petani di lapangan.
“TNI melalui Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan program pertanian berjalan optimal, mulai dari distribusi pupuk, pengolahan lahan, hingga masa panen,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai kebijakan strategis, seperti peningkatan alokasi pupuk nasional dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton, serta kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kualitas.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI dan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian, termasuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat kelembagaan petani.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, serta unsur Forkopimda dan ratusan petani dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.
Dengan keterlibatan aktif TNI, diharapkan program swasembada pangan nasional dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia dari tingkat desa hingga nasional. (*)











