Berita

‎MBG LAMPUNG SELATAN MORAT-MARIT: MASALAH PUSAT MENULAR KE DAERAH

1
×

‎MBG LAMPUNG SELATAN MORAT-MARIT: MASALAH PUSAT MENULAR KE DAERAH

Sebarkan artikel ini

‎KALIANDA — Ada pepatah Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Rasanya cocok sekali buat menggambarkan kusutnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di pusat, tiga eks petinggi BGN — Dadan, Lodewijk, dan Soni — sudah ditetapkan Kejagung jadi tersangka. Di Lampung Selatan? Polanya mirip.

‎Dapur Belum Layak, Korwil Diduga Main Dua Kaki

‎Sorotan kini ke Korwil BGN Lampung Selatan, Alfarizi. Temuan di lapangan banyak dapur mitra SPPG yang sudah beroperasi tapi belum memenuhi standar teknis. Lokasinya meragukan, luas bangunan tak sesuai, fasilitas wajib banyak yang belum ada. Padahal itu syarat mutlak sebelum dapur MBG boleh masak.

‎Yang bikin enjel geleng-geleng,Alfarizi diduga rangkap jabatan. Selain jadi Korwil BGN, dia juga tercatat sebagai Kepala SPPG Yayasan Prabu Center Kosong Delapan di Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram.

‎Kepala SPPG Tak Sesuai SK, Data Pun Beda

‎Penempatan kepala SPPG juga disinyalir asal tunjuk. Ambil contoh Aldi Koko Yulius. Di dokumen resmi, dia Kepala SPPG Rejomulyo 001 Desa Sukaraja, Palas, mitra Yayasan Bhakti Sapta Semesta. Realitanya? Dia justru menjabat di SPPG Kedaton 2, Kalianda.

‎Data SPPG yang beroperasi pun simpang siur. Per Selasa, 9 Juni lalu, laman BGN mencatat 161 SPPG jalan di Lamsel. Versi Satgas MBG cuma 146 SPPG.

‎Rincian Satgas MBG:

‎Bakauheni: 3 | Candipuro: 11 | Jatiagung: 19 | Kalianda: 12

‎Katibung: 9 | Ketapang: 7 | Merbau Mataram: 8 | Natar: 23

‎Palas: 7 | Penengahan: 5 | Rajabasa: 3 | Sidomulyo: 10

‎Sragi: 3 | Tanjung Bintang: 10 | Tanjung Sari: 4 | Waypanji: 2 | Waysulan: 5

‎Dikonfirmasi Bungkam

‎Dihubungi lewat WhatsApp sampai berita ini naik, Korwil BGN Lamsel Alfarizi belum kasih jawaban sepatah kata pun.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *