Berita

Periska BA Kunjungi UMKM Lamban Kelor, Perkuat Ketahanan Pangan dan Swasembada Gizi Berbasis Komunitas

7
×

Periska BA Kunjungi UMKM Lamban Kelor, Perkuat Ketahanan Pangan dan Swasembada Gizi Berbasis Komunitas

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Lampung Selatan_Komitmen pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus diperkuat melalui sinergi antara dunia usaha dan komunitas masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan silaturahmi Persatuan Istri Karyawan Bukit Asam (Periska BA) ke UMKM Lamban Kelor CV Rizky Berkah Utama di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sehat Dimulai dari Rumah : Pola Hidup, Pola Makan, dan Pola Pikir” ini menjadi momentum penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kesadaran gizi keluarga berbasis komunitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Periska BA, Warsini Arsal Ismail, didampingi 14 anggota pengurus.

Turut hadir Listati, pejabat manajemen PT Bukit Asam yang membidangi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Tanjung Enim, serta perwakilan manajemen PT Bukit Asam Unit Tarahan Lampung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Kemitraan antara PT Bukit Asam dan UMKM Lamban Kelor yang dipimpin Pujo telah terjalin sejak tahun 2020. Selama enam tahun terakhir, usaha yang fokus mengembangkan produk berbahan dasar tanaman kelor (Moringa oleifera) ini menjadi salah satu mitra binaan perusahaan dalam program pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya berkembang sebagai pelaku usaha, Lamban Kelor juga bertransformasi menjadi pusat edukasi dan pengembangan swasembada gizi melalui jejaring Kampus IV Swasembada Gizi Kampus Bambu Terpadu Mandiri Indonesia. Transformasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa program CSR dapat mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Periska BA Warsini Arsal Ismail menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lamban Kelor dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemanfaatan potensi pangan lokal.

“Pola hidup dan pola makan yang sehat harus dimulai dari kesadaran keluarga. Kelor merupakan kekayaan lokal yang memiliki nilai gizi luar biasa. Melalui silaturahmi ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran dunia usaha dan organisasi seperti Periska BA mampu menjadi stimulan bagi lahirnya masyarakat yang sehat secara fisik dan mandiri secara ekonomi,” ujar Warsini.

Pada kesempatan tersebut, Warsini juga menyerahkan plakat apresiasi kepada pengelola Lamban Kelor sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengembangkan produk herbal berbasis sumber daya lokal.

Di bawah naungan CV Rizky Berkah Utama, tanaman kelor yang selama ini dikenal sebagai tanaman pekarangan berhasil diolah menjadi berbagai produk herbal yang telah memiliki pasar tersendiri. Produk unggulan yang dikembangkan antara lain Kapsul Lamban Kelor dan Teh Kelor Celup, yang dibuat dari bahan baku kelor hasil budidaya dan pengolahan lokal.

Selain itu, Lamban Kelor juga mengembangkan sejumlah produk herbal lainnya, seperti Kapsul Moris Naker, Kapsul Kunyit (Curcuma longa), Kapsul Kunyit Putih (Curcuma zedoaria), serta Kapsul Bee Polen. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi usaha sekaligus pemanfaatan kekayaan hayati lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Untuk melengkapi lini produknya, UMKM ini juga menyediakan berbagai ramuan tradisional, di antaranya rendaman kaki herbal dan produk perawatan berbasis rempah yang dikembangkan dari kearifan lokal.

Owner Lamban Kelor, Pujo, menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan dukungan PT Bukit Asam yang telah diberikan sejak tahun 2020. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha dan legalitas produk yang dihasilkan.

“Pendampingan dari PT Bukit Asam sejak tahun 2020 telah membuka jalan bagi kami untuk terus berkembang dan memperkuat legalitas produk herbal yang kami hasilkan. Kunjungan Periska BA hari ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan kelor serta mendorong swasembada gizi di tingkat keluarga,” kata Pujo.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pengembangan produk herbal, strategi pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kolaborasi antara dunia usaha, komunitas perempuan, dan pelaku UMKM dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.(*)

Pewarta : Nurdin Kamini

Sumber : liputan Edy Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *