Sidomulyo – Warga sebuah pemukiman mengamuk dan mengejar seorang sopir pengangkut limbah PT Ciomas, Selasa (21/7). Peristiwa ini dipicu oleh pembuangan limbah perusahaan yang diduga dilakukan secara sembarangan di lingkungan pemukiman mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kepala Desa setempat membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kemarahan warga dipicu oleh pembuangan limbah yang dilakukan tanpa adanya pemberitahuan atau koordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa maupun warga.
” Warga marah karena pihak perusahaan tidak ada kordinasi sebelumnya” kata Ahmadi saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp pada Kamis 23 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sopir (pendor) yang diamuk warga berdalih bahwa pembuangan limbah tersebut dilakukan karena ada permintaan dari warga. Namun, fakta di lapangan membantah pernyataan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan seorang pun warga yang mengaku meminta atau mengizinkan pembuangan limbah tersebut di lingkungan mereka.

Insiden ini sontak membuat heboh warga setempat. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang sopir truk pengangkut limbah yang dikejar dan dimarahi oleh massa yang geram. Dalam video tersebut, tampak warga berteriak dan menanyakan alasan pembuangan limbah yang mencemari lingkungan mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Ciomas belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian yang memicu kemarahan warga tersebut. Belum diketahui juga jenis limbah yang dibuang dan potensi dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
Informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini masih terus kami pantau.
(*)











