Berita

Komentar Netizen Menguatkan Dugaan Pungli Berkedok Iuran di MTsN 1 Lampung Selatan

1
×

Komentar Netizen Menguatkan Dugaan Pungli Berkedok Iuran di MTsN 1 Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – Berita dugaan pungutan liar berkedok iuran di MTsN 1 Lampung Selatan yang dimuat Mediari kian mendapat sorotan luas dari masyarakat. Komentar netizen di kolom unggahan tersebut justru memperkuat indikasi praktik pungutan yang telah berlangsung sejak lama dan berpotensi melanggar aturan.

‎Seorang warga dengan nama akun fuuzaa menyampaikan pengalaman pribadi: “Dari dulu juga unggul byr 150 bln. Sekarang anak sy udh kuliah.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pungutan sebesar Rp150.000 per bulan untuk kelas unggulan bukanlah hal baru, melainkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

‎Sementara itu, akun lain memberikan informasi tambahan: “MTs N 1 Kalianda semenjak ada kelas unggulan nyeleneh ada ‘biaya di luar’… laptop aja yang ada sekarang itu hasil patungan orang tua/wali murid.” Ungkapan ini membuka fakta adanya biaya tambahan di luar biaya resmi, serta pengadaan fasilitas sekolah yang justru dibebankan kepada orang tua siswa melalui patungan.

‎Ada pula yang mempertanyakan praktik serupa di lembaga pendidikan lain: “Setauku dr dulu juga bayar… anakku di MAN 1 juga bayar… Emang itu jatuhnya pungli ya?” Hal ini menunjukkan bahwa praktik pungutan berkedok iuran diduga bukan hanya terjadi di MTsN 1 Lampung Selatan, melainkan juga di lembaga pendidikan lain di wilayah tersebut.

‎Keresahan wali murid semakin memuncak mengingat pendidikan dasar pada satuan pendidikan negeri dijamin bebas biaya sesuai UU No. 20 Tahun 2003. Sumbangan yang bersifat sukarela bukan pungutan wajib dengan nominal yang ditetapkan sepihak.

‎Hingga saat ini, pihak MTsN 1 Lampung Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait gelombang keluhan wali murid yang terus bertambah. Masyarakat berharap Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas dugaan pungutan liar yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

(ior)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *