Berita

11 Siswa MI Ma’arif Pematang Pasir Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

3
×

11 Siswa MI Ma’arif Pematang Pasir Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

‎LAMPUNG SELATAN — Mengonsumsi makanan bergizi gratis seyogyanya menyehatkan, bukan justru memicu kekhawatiran jatuh sakit. Namun, serangkaian keluhan kesehatan setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini muncul di Kabupaten Lampung Selatan.

‎Sebanyak 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, mengalami muntah-muntah dan sakit perut setelah menyantap menu program MBG dari Dapur SPPG 03 Pematang Pasir. Mereka harus dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang dan klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.Rabu (16/9/2026).

‎”Setelah jam istirahat berakhir, para siswa kembali masuk kelas. Sekitar satu setengah jam kemudian, sejumlah anak mulai mengeluh sakit perut dan mual. Saya pun segera mengonfirmasi hal ini kepada pihak SPPG. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Tak lama kemudian, petugas SPPG datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Khoirudin.

‎Awalnya, empat siswa yang mengeluhkan mulas dan mual dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang. Selang setengah jam, Khoirudin menerima laporan dari guru bahwa empat siswa lainnya mengalami keluhan serupa. Tiga siswa lagi kemudian ikut merasakan hal yang sama, sehingga total berjumlah 11 orang yang mendapat perawatan.

‎”Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. Menurut keterangan petugas medis, satu siswa harus dirawat inap untuk diinfus. Di sekolah kami, ada 80 siswa yang menerima program MBG,” lanjut Khoirudin.

‎Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr. Sutji Mendrofa, membenarkan pihaknya menerima siswa-siswa tersebut.

‎”Sekitar pukul 12.00 siang, ada empat anak dibawa ke UGD Puskesmas Rawat Inap Ketapang dengan keluhan utama muntah-muntah setelah menyantap makanan program MBG di sekolah,” kata Sutji.

‎Para siswa ditangani sesuai prosedur standar, termasuk pemberian obat anti-mual dan pengamatan.

‎”Dari lima siswa yang semula dirawat, empat orang telah diperbolehkan pulang, dan satu orang harus menjalani perawatan inap,” jelasnya.

‎Temuan kondisi di dalam Dapur SPPG 03 Pematang Pasir memperkuat usulan agar SPPG tersebut ditutup permanen.Dimana Dapur yang memicu keracunan dinilai tak penuhi syarat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *