KETAPANG,— Jembatan SP Kelala yang sempat putus kini jadi prioritas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Selatan turun langsung mengawal proyek penanganan tanggap darurat di Dusun Sumber Mulya, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Lamsel, Hasanuddin, menegaskan pengawasan melekat dilakukan untuk memastikan mutu. Ia hadir mewakili Kepala Dinas PUPR, Agnatyus Syahrizal, saat pengecekan lapangan, Selasa (28/4)
“Setiap pekerjaan DPUPR Lamsel pasti kami cek dan awasi. Tujuannya satu: progres di lapangan harus sesuai spesifikasi dan kualitas,” tegas Hasanuddin.
Proyek ini berstatus tanggap darurat karena jembatan tersebut merupakan urat nadi warga. Kerusakannya sempat memutus total akses ekonomi dan aktivitas harian masyarakat.
“Target kami jelas, warga bisa segera memakai jalan ini lagi. Jembatan lama rusak, akses terputus. Makanya kami kebut,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan, dana proyek ini akan diajukan lewat APBD Perubahan 2026. Itu sebabnya papan informasi proyek belum mencantumkan nilai anggaran.
“Kenapa nilainya belum ada di plang? Karena memang baru akan diusulkan di perubahan. Sifatnya darurat, jadi kami dahulukan pengerjaan fisiknya,” kata dia.
Meski anggaran menyusul, Hasanuddin menjamin proses tetap sesuai aturan.
Pelaksana proyek ini adalah CV Group Makmur Abadi. Kontrak pengerjaan ditetapkan 90 hari kalender di bawah kendali DPUPR Lamsel.
Pemerintah daerah berharap, dengan pengawasan ketat dan tenggat waktu yang jelas, Jembatan SP Kelala bisa segera kembali menghidupkan denyut ekonomi warga Desa Sumur.**











