Jakarta, mediari.co– Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara, Senayan, Rabu (20/5/2026).
Dalam agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Presiden menegaskan visi “Indonesia berdiri di atas kaki sendiri” sebagai fondasi arah kebijakan ekonomi ke depan.
Poin-Poin Utama Pidato Presiden:
Target Pertumbuhan 8%
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2027. Presiden menyebut angka ini sebagai blueprint sekaligus tantangan yang harus dieksekusi bersama.
Penguatan DANANTARA
Danantara akan diperkuat sebagai Sovereign Wealth Fund berkelas dunia untuk mengelola investasi strategis dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Swasembada Pangan Total
Komitmen penuh untuk mencapai swasembada pangan demi mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas harga dalam negeri.
**Pemberantasan *Under-invoicing***
Presiden memberi peringatan keras terhadap praktik under-invoicing yang merugikan negara hingga miliaran dolar AS. “Bersihkan birokrasi, atau minggir,” tegas Presiden.
Momen Humanis di Tengah Sidang
Di sela pemaparan, suasana sidang sempat mencair saat Presiden Prabowo sejenak mencari kopi hitamnya di mimbar. Kopi tersebut ternyata sudah disiapkan di hadapannya. Momen singkat itu disambut senyum para anggota dewan dan menunjukkan sisi humanis kepemimpinan Presiden.
Seruan Persatuan dan Gotong Royong
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Presiden menegaskan bahwa perbedaan politik tidak menghalangi kolaborasi untuk bangsa. “Terima kasih atas pengawasan dan kritiknya. Gotong royong adalah kunci,” ujar Presiden.
Presiden menutup dengan penegasan bahwa “Indonesia 2027 bukan hanya soal proyeksi, tapi soal keberanian mengeksekusi mimpi.”(red)
Sumber : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden











