Mediari.co – Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), meninjau langsung kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ramadewa di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, pada Jumat (17/7/2026).
Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian Provinsi Lampung yang berhasil menempati peringkat keempat secara nasional dalam pembentukan KDKMP. Bahkan, hingga pertengahan Juli 2026, Lampung menjadi provinsi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa, dengan target pembentukan koperasi yang telah mencapai 100 persen.
“Untuk Provinsi Lampung, khususnya di wilayah Kodam XXI/Radin Inten, hari ini kita sudah berada di peringkat keempat nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa terkait pencapaian target 100 persen,” ujar Pangdam di hadapan awak media.
Pangdam XXI/RI menjelaskan, sebanyak 1.124 KDKMP di Provinsi Lampung telah terbentuk. Angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menggerakkan ekonomi desa.
Pangdam menegaskan, keterlibatan Kodam XXI/Radin Inten dalam program ini bukan untuk mengelola koperasi, melainkan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan agar koperasi dapat beroperasi secara optimal.
“Kami dari satuan kewilayahan, khususnya Kodam, tidak mengurusi operasional koperasi. Kami hanya diminta membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan agar koperasi dapat beroperasi secara optimal,” tegasnya.
Dukungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pangdam juga menekankan bahwa pembentukan KDKMP merupakan hasil musyawarah masyarakat di tingkat desa. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme partisipatif dalam pendirian koperasi desa.
Keberadaan koperasi diharapkan mampu menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong kemandirian desa melalui pengelolaan usaha berbasis potensi lokal.
Melalui peninjauan ini, Pangdam berharap seluruh pihak terus bersinergi untuk memastikan program KDKMP berjalan optimal. Manfaatnya pun dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di desa.
“Kita ingin koperasi ini benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.
(sap)











