Berita

Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Kampung Duren Seloretno Bersolek Lewat Gotong Royong Akbar

4
×

Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Kampung Duren Seloretno Bersolek Lewat Gotong Royong Akbar

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan _Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terpancar kuat di Dusun Kampung Duren, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Pada Ahad (12/7/2026) pagi, ratusan warga bersama elemen masyarakat bahu-bahu melaksanakan aksi kebersihan yang dikemas dalam agenda “Gotong Royong Akbar Kampung Duren Bergerak”.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini rampung pada pukul 11.00 WIB. Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari langkah nyata warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan serta mendukung program Lomba Desa HELAU tingkat kabupaten.

Ada pemandangan menarik yang mempertegas dimensi kultural dalam gerakan ini. Selain partisipasi aktif dari para pemuda dan warga bapak-bapak, puluhan santri dari pondok pesantren yang berada di kawasan Kampung Duren turut terjun langsung ke lapangan. Dengan membawa perlengkapan seperti cangkul, sabit, dan sapu, para santri membaur bersama warga membersihkan fasilitas publik, menciptakan harmoni nilai keagamaan dan kebangsaan yang nyata di tingkat akar rumput.

Kepala Desa Seloretno, Achmad Subari, yang hadir langsung dan ikut bergotong royong memberikan apresiasi tinggi atas guyubnya warga. Ia menjelaskan bahwa gerakan kebersihan serentak ini sebenarnya berlangsung di beberapa titik strategis desa.

“Hari ini ada tiga dusun yang bergerak bersama melaksanakan gotong royong, yaitu Dusun Kampung Duren, Mustika Raya 1, dan Way Pelus. Khusus untuk persiapan mengikuti Lomba Desa HELAU, titik fokus pembinaan dan penilaian kami pusatkan di Dusun Way Pelus,” ujar Achmad Subari di sela-sela kegiatan.

Meskipun fokus perlombaan berada di dusun lain, antusiasme warga Dusun Kampung Duren tidak luntur. Kepala Dusun Kampung Duren, Abdullah, mengungkapkan bahwa momentum ini dijadikan pemantik untuk meningkatkan keindahan wilayah pasca-pembersihan.

“Menyambut momen bersejarah HUT ke-81 Republik Indonesia ini, kami di Dusun Kampung Duren juga akan mengadakan lomba menghias jalan ataupun gang masing-masing. Ini diharapkan bisa terus menjaga semangat warga untuk merawat lingkungannya,” tutur Abdullah.

Salah satu titik utama yang dibersihkan adalah Lapangan Volley Gamma Putra. Area yang semula memerlukan perapian kini kondisinya jauh lebih resik, tertata rapi, dan dinyatakan siap sepenuhnya untuk digunakan sebagai lokasi pusat peringatan hari kemerdekaan mendatang.

Selain untuk menyambut hari kemerdekaan, aksi bersih-bersih ini menjadi batu pijakan penting bagi desa dalam mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan lingkungan. Kampung Duren tercatat telah berhasil mencapai tiga pilar pertama STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF), pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun, serta pengelolaan penyimpanan makanan dan minuman rumah tangga yang aman.

Kasi Kesra Desa Seloretno, Sardik, membenarkan bahwa capaian tersebut akan terus ditingkatkan. Saat ini pihak desa sedang mengarahkan perhatian pada persiapan pemenuhan pilar-pilar selanjutnya, khususnya pilar ke-4 (pengelolaan sampah rumah tangga) dan pilar ke-5 (pengelolaan limbah cair rumah tangga), menjelang penilaian resmi yang dijadwalkan pada 17 Juli 2026.

Dukungan terhadap keberlanjutan gerakan lingkungan ini juga mengalir dari jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Anggota BPD Seloretno, Yayat Hidayat, mengaku sangat bersyukur dan bangga menyaksikan kesadaran yang ditunjukkan oleh warga dan para santri.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi setinggi-tingginya kekompakan ini. Semoga ke depan, Kampung Duren bisa menjadi lebih baik lagi, menjadi lingkungan yang sehat secara fisik dan kuat secara ikatan sosial,” ungkap Yayat.

Tampak hadir mengawal jalannya gotong royong di lapangan, Ketua RT 01 Madnuh dan Ketua RT 02 Hamdi, yang memastikan pembagian area kerja berjalan dengan tertib dan proporsional. Gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa urusan kesehatan lingkungan dan nasionalisme dapat berpadu indah melalui simpul gotong royong yang dirawat bersama.(*)

Pewarta: Nurdin Kamini

Sumber: Edy Sriyanto/rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *