Berita

Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat Gandeng PMI Gelar Donor Darah di Karanganyar

3
×

Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat Gandeng PMI Gelar Donor Darah di Karanganyar

Sebarkan artikel ini

JATI AGUNG_ Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Panitia Persiapan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jati Agung Barat menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Masjid Jami’ Nurul Hikmah, Desa Karanganyar. Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat tolong-menolong di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat, Ustaz Heriyanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa panitia menargetkan sedikitnya 50 peserta donor darah dan berharap darah yang berhasil dikumpulkan dapat disalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan informasi terakhir dari petugas PMI, sebanyak 47 peserta berhasil mendonorkan darahnya. Sementara itu, empat peserta belum dapat mendonor karena alasan kesehatan, terdiri atas tiga orang dengan kadar hemoglobin (Hb) yang tidak memenuhi persyaratan dan satu orang dengan tekanan darah yang tidak memenuhi kriteria.

Capaian tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Santri 2026.

Ketua DKM Masjid Jami’ Nurul Hikmah, Ustaz Edi Susanto, mengungkapkan rasa senang dan syukur karena masjid yang dikelolanya kembali dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan donor darah.

Menurutnya, kegiatan donor darah di masjid tersebut telah beberapa kali dilaksanakan dan umumnya berlangsung setiap tiga bulan sekali. Pelaksanaan kali ini menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan fungsi masjid sebagai ruang ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ia berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum peringatan hari besar atau acara tertentu.

Kegiatan tersebut juga mendapat partisipasi langsung dari sejumlah tokoh pesantren dan masyarakat. Kyai Abdul Aziz At-Tarmasie, pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jati Agung, turut mendonorkan darahnya.

Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut, tidak terbatas pada momentum tertentu, serta berkembang bersama berbagai kegiatan sosial lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Partisipasi juga datang dari Kepala Dusun 4A Desa Karanganyar, Suwandi, yang turut menjadi pendonor. Ia mengapresiasi penyelenggaraan donor darah di Masjid Jami’ Nurul Hikmah yang berada di wilayah Dusun 4A.

Suwandi berharap kegiatan kemanusiaan tersebut dapat terus berjalan dan berkembang sehingga semakin banyak warga yang tergerak untuk berpartisipasi membantu sesama.

PMI Tekankan Pentingnya Donor Darah

Perwakilan PMI, dr. Silvia Adita Putri, M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah kali ini merupakan pelaksanaan kedua di Masjid Jami’ Nurul Hikmah, setelah sebelumnya diselenggarakan pada bulan Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Sementara itu, Ustaz Tugi Yanto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan donor darah dalam rangka peringatan Hari Santri 2026. Ia berharap seluruh agenda yang telah direncanakan dapat berjalan lancar dan sukses.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di wilayah Jati Agung tersebut juga mencakup ziarah kepada para ulama sepuh, kegiatan donor darah, pawai, serta berbagai agenda keagamaan dan sosial lainnya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Sebanyak 47 pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu sesama. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mempertemukan semangat keagamaan dengan nilai-nilai kemanusiaan.(*)

Pewarta  : Nurdin Kamini 

Sumber : Edy Sriyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *