Berita

Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Indonesia Pilih Bersahabat dengan Semua Kekuatan Dunia

3
×

Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Indonesia Pilih Bersahabat dengan Semua Kekuatan Dunia

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Bandar Lampung_ Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Sikap tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Penegasan itu disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi geopolitik dunia yang saat ini terus berubah dan semakin sulit diprediksi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat prinsip politik luar negeri nonblok yang diwariskan para pendiri bangsa menjadi semakin relevan.

“Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung menerima warisan dari pendiri bangsa bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik nonblok,” ujar Presiden.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak akan memihak pada blok kekuatan mana pun dan memilih untuk membangun hubungan persahabatan dengan seluruh negara. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bentuk konsistensi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

“Indonesia bersahabat dengan semua negara dan semua kekuatan. Kita tidak ingin terlibat dalam pakta-pakta militer mana pun. Karena itu, sejak menerima mandat sebagai Presiden, saya menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap melanjutkan prinsip nonblok dan bebas aktif,” katanya.

Presiden juga kembali mengutip prinsip diplomasi yang menurutnya relevan di tengah situasi global saat ini, yakni ‘seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak’.

Posisi Indonesia Makin Strategis

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menilai posisi Indonesia semakin strategis dan diperhitungkan dalam berbagai forum internasional. Sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia saat ini juga aktif dalam berbagai organisasi dan forum global.

“Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN. Kita anggota APEC, anggota OKI, sekarang anggota BRICS, dan anggota G20,” ujar Presiden.

Menurutnya, luasnya jaringan kerja sama dan persahabatan internasional merupakan modal diplomatik yang sangat penting untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, termasuk dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan stabilitas kawasan.

Diplomasi untuk Kepentingan Rakyat

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa hubungan baik dengan berbagai negara dan pemimpin dunia bukan sekadar agenda diplomasi, melainkan bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Prabowo menjelaskan bahwa komunikasi intensif dan kunjungan ke berbagai negara merupakan konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki pengaruh dan dihormati dalam percaturan global.

“Untuk membela kepentingan rakyat, kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik. Kita ingin menjadi tetangga yang baik bagi semua negara di sekitar kita maupun negara-negara lain di dunia,” tegasnya.

Dengan tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, pemerintah berharap Indonesia dapat terus memainkan peran sebagai jembatan dialog, penjaga stabilitas kawasan, serta mitra strategis yang dipercaya oleh berbagai negara di tengah perubahan geopolitik dunia yang semakin dinamis.(*)

Pewarta: Nurdin Kamini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *