Berita

‎BULOG LAMPUNG AKHIRNYA BUKA DATA: SERAP 369 RIBU TON, STOK 200 RIBU TON ‎Klaim Gudang Naik 200 Persen, Tapi Angka Riil Disembunyikan

4
×

‎BULOG LAMPUNG AKHIRNYA BUKA DATA: SERAP 369 RIBU TON, STOK 200 RIBU TON ‎Klaim Gudang Naik 200 Persen, Tapi Angka Riil Disembunyikan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – Didesak publik dan media, Perum Bulog Kanwil Lampung akhirnya buka suara. Lewat rilis resmi, Selasa 13 Mei 2026, Bulog pamer angka serapan dan stok jumbo.

‎Tapi, pertanyaan kunci soal gudang masih ngambang.

Dimana melalui keterangan resminya , Bulog Lampung mengungkapkan Serapan 369 Ribu Ton, Stok Aman 200 Ribu Ton

Pemimpin Wilayah Bulog Lampung, Rindo Safutra, menyebut serapan gabah petani tembus 369.000 ton hingga Mei 2026.

‎“Penyerapan gabah petani terus kami optimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” kata Rindo.

‎Dari angka itu, stok beras Bulog Lampung per Mei 2026 diklaim 200.000 ton. Bulog menyebut stok “aman dan mencukupi” untuk program pemerintah dan operasi pasar.

‎Gudang Naik 200 Persen, Tapi dari Berapa?

‎Bulog juga klaim tambah kapasitas gudang 200 persen. Caranya pakai gudang sendiri, gandeng mitra, dan sewa gudang tambahan.

‎Masalahnya, Bulog tak sebut angka dasar. 200 persen dari 50 ribu ton beda jauh dengan 200 persen dari 200 ribu ton. Publik tak bisa hitung.

‎Penyaluran SPHP tercatat 3.875 ton. Bantuan pangan 25.214 ton beras + 5 juta liter minyak goreng untuk 1.260.686 orang. Bulog juga kirim beras ke Jambi, Sumbar, Bengkulu, DKI, dan Banten.

‎Rilis Bulog keluar sehari setelah diberitakan “bungkam”. Tapi 3 hal krusial belum dijawab.

‎Kapasitas riil gudang berapa? “Naik 200 persen” tanpa angka awal = teka-teki.

‎Stok 200 ribu ton itu umur berapa? Berapa ton beras 2025-2026 yang masih ngendon? Berapa yang rusak?

‎Sanggup serap panen 2027? Rilis hanya bicara capaian Mei 2026. Tak ada proyeksi saat panen raya tiba.

‎Padahal Ketua Bara JP Lampung Faisal Sanjaya sudah ultimatum: “Gudang Bulog wajib kosong sebelum panen 2027. Kalau tidak, gabah petani busuk.”

‎Deadline Swasembada Makin Dekat.Dimana ‎swasembada 2027 tinggal 1 tahun 7 bulan. Wapres Gibran sudah sidak Lampung 8 Mei 2026. Pesan pusat tegas benahi infrastruktur pangan.

‎Namun Bulog Lampung pilih jawab pakai narasi besar: 369 ribu ton, 200 ribu ton, 200 persen. Tapi tanpa angka dasar, publik tak bisa verifikasi.

‎Rakyat butuh kepastian, bukan klaim. Gabah tak bisa disimpan pakai persentase.

 

‎(ior)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *