Berita

Gotong Royong Idul Adha di Seloretno Tetap Terjaga, 18 Sapi dan 43 Kambing Dikurbankan

8
×

Gotong Royong Idul Adha di Seloretno Tetap Terjaga, 18 Sapi dan 43 Kambing Dikurbankan

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan _Momentum Hari Raya Idul Adha kembali menjadi potret nyata kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (27/5/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Desa Seloretno, tingkat partisipasi warga dalam berkurban tahun ini tergolong tinggi. Kepala Desa Seloretno, Achmad Subari, menyebut total hewan kurban yang disembelih mencapai 18 ekor sapi dan 43 ekor kambing yang tersebar di enam dusun.

Adapun rinciannya yakni Dusun Sidorukun sebanyak 4 sapi dan 16 kambing, Dusun Banjar Sari 3 sapi dan 5 kambing, Dusun Kampung Duren 3 sapi dan 7 kambing, Dusun Way Pelus 2 sapi dan 1 kambing, Dusun Mustika Raya 1 sebanyak 2 sapi dan 11 kambing, serta Dusun Mustika Raya 2 dengan 4 sapi dan 3 kambing.

Salah satu pemandangan menarik terlihat di Dusun Kampung Duren. Proses penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di lingkungan Masjid Al-Barokah sengaja dilakukan di luar area utama masjid. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kesucian, kebersihan, serta keasrian rumah ibadah setelah kegiatan berlangsung.

Selain itu, sistem kepanitiaan di dusun tersebut juga dibuat terbuka. Takmir masjid tidak membatasi jumlah panitia dan memberi ruang kepada warga untuk ikut terlibat mulai dari proses penyembelihan hingga pengemasan daging kurban.

Kepala Dusun Kampung Duren, Abdullah, mengatakan tradisi gotong royong massal itu telah berlangsung turun-temurun dan tetap terjaga hingga sekarang.

“Alhamdulillah partisipasi warga tahun ini sangat baik. Rukun guyub masih terjaga. Dari yang sepuh sampai anak muda kumpul seperti biasanya setiap tahun,” ujar Abdullah di lokasi penyembelihan.

Keterlibatan lintas generasi tampak jelas dalam kegiatan tersebut. Kaum orang tua memimpin proses teknis penyembelihan, para pemuda bergerak membantu distribusi daging, sementara anak-anak turut menyaksikan sebagai bentuk edukasi budaya dan nilai sosial sejak dini.

Untuk menjaga martabat penerima dan memastikan pembagian berjalan adil, panitia menerapkan sistem distribusi kombinasi. Warga pemegang kupon mengambil daging langsung di lokasi, sedangkan lansia maupun warga yang berhalangan hadir diantarkan langsung ke rumah oleh panitia secara door to door.

Setelah seluruh proses selesai, warga menutup kegiatan dengan tradisi mayor atau makan bersama. Tradisi tersebut menjadi momen kebersamaan sekaligus refleksi rasa syukur setelah pelaksanaan kurban.

Takmir Masjid Al-Barokah, Jumangin dan Jamsari, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para mudhohi serta kekompakan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan Idul Adha tahun ini.

“Kami berharap tahun depan jumlah hewan kurban dan kualitas kebersamaan ini bisa lebih meningkat lagi,” ujar mereka.(*)

Pewarta : Nurdin Kamini
Sumber : Edy Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *