LAMPUNG SELATAN– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Jaya di Kecamatan Candipuro,Kabupaten Lampung Selatan,tengah gencar melakukan validasi data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyoroti masih adanya kendala rekap data dari pihak sekolah, jajaran SPPG memilih strategi jemput bola dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan ketepatan sasaran bagi 1.994 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala SPPI Bumi Jaya, Made Arya Dwipayana, mengungkapkan bahwa validasi mencakup data krusial seperti nama, NISN/NIK, tanggal lahir, hingga jenis orang tua. Namun, hambatan utama ditemukan karena sekolah-sekolah mitra belum menyediakan rekap data secara lengkap.
”Kita wajib turun ke lapangan. Bahkan kita yang langsung ikut merekap peserta didik baru,” tegas Made Arya Dwipayana saat ditemui di lokasi dapur SPPG, Senin (20/7/2026).
Menindaklanjuti hal tersebut, tim SPPG Bumi Jaya menggelar survei menyeluruh ke 16 sekolah dan 5 posyandu yang tersebar di dua desa wilayah sasaran. Dalam survei ini, petugas tidak hanya mendata administrasi, tetapi juga melakukan pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk memantau status gizi penerima manfaat.
Menariknya, survei antropometri difokuskan secara khusus pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Menurut Dwipayana, kelas 1 dijadikan sampel karena merupakan jenjang paling rendah di satuan pendidikan dasar, sehingga dinilai paling representatif untuk mendeteksi potensi stunting atau kekurangan gizi sejak dini.
”Kami ambil sampel dari kelas paling rendah ,karena kedepan nya akan dilakukan pengukuran kembali. Sempel ini penting untuk mengetahui kondisi awal pertumbuhan anak sebelum mendapatkan intervensi gizi dari program MBG,” tambahnya.
Dalam proses pendistribusian dan validasi di lapangan, SPPG Bumi Jaya juga menjalin koordinasi erat dengan para kader PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) setempat. Sinergi ini diharapkan mampu memaksimalkan pendataan hingga ke tingkat keluarga, sekaligus memastikan formulir pendistribusian MBG dapat segera rampung.
Dwipayana berharap, dengan terjun langsung dan berkoordinasi lintas sektor, kendala administrasi dapat segera teratasi sehingga penyaluran makanan bergizi kepada 1.994 KPM di wilayah Kecamatan Candipuro dapat berjalan tepat waktu dan tepat guna.
(ior)











