Lampung.mediari.co,– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah progresif dengan memprioritaskan pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk periode 2026-2027. Konsep ini dirancang untuk menciptakan harmoni antara lingkungan, sosial-budaya, dan potensi ekonomi lokal.
Bupati Radityo Egi Pratama dengan tegas menyatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata akan difokuskan pada potensi desa, sebagai kunci utama peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. “Kami ingin pariwisata menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, dimulai dari desa-desa,” ujar Bupati Radityo.
Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengembangan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul). Desa ini akan menjadi model percontohan desa wisata yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di kancah nasional maupun internasional.
Tak hanya itu, identitas daerah pun akan diperkuat melalui konsep “Spirit of Krakatoa” sebagai City Branding. Ini bukan sekadar slogan, melainkan strategi komprehensif untuk mengelola potensi unggulan dan mengangkat citra Lampung Selatan. Krakatau, yang dikenal dunia, akan dimaknai ulang sebagai simbol kemakmuran dan sumber kehidupan, jauh dari stigma bencana semata.
Di sisi lain, potensi destinasi bahari seperti Pantai Rio juga tak luput dari perhatian. Dikenal dengan keindahan hamparan pasir putihnya yang lembut, air laut yang biru jernih, dan ombaknya yang relatif tenang, Pantai Rio menjadi destinasi favorit keluarga dan penggemar aktivitas air. Panorama matahari terbenamnya yang memukau juga menjadi daya tarik tersendiri. Pemerintah berencana untuk terus mengoptimalkan infrastruktur di Pantai Rio, termasuk fasilitas umum dan aksesibilitas, untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Ke depan, Pantai Rio direncanakan akan menjadi tuan rumah beberapa acara menarik, termasuk Festival Layang-layang Internasional pada bulan Agustus yang akan menampilkan kreasi layang-layang unik dari berbagai negara, serta Lomba Perahu Hias Tradisional di penghujung tahun yang menonjolkan kekayaan budaya maritim lokal. Acara-acara ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara, serta mempromosikan pesona bahari Lampung Selatan.
Pengembangan pariwisata ini juga melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah aktif menggandeng BUMN seperti Danantara dan InJourney untuk mewujudkan pariwisata berbasis potensi desa. Proses perencanaan yang matang melibatkan Musrenbang RKPD 2027, di mana usulan masyarakat dan pokok pikiran DPRD menjadi fondasi utama, dengan penekanan kuat pada integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Dukungan penuh juga datang dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung. Keterlibatan mereka dalam perencanaan makro, termasuk masterplan pengembangan destinasi di Lampung Selatan menunjukkan keseriusan dalam membangun sektor pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing.
Penulis : Sior Aka Prayudi











