Lampung Selatan – Ekonomi Lampung Selatan ngebut di awal 2026. Kepala Bappeda Lampung Selatan, Aryan Saruhian, mengungkap pertumbuhan ekonomi daerahnya tumbuh 5,71% dalam setahun terakhir ,year-on-year, melesat dibanding 2024 yang hanya 4,62%.
Angka ini sekaligus menandai akselerasi 1,09 poin pada tahun 2025. Capaian 5,71% juga membuat Lampung Selatan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I-2025 sebesar 5,11%.
Aryan menegaskan, lonjakan ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja bareng semua pihak di bawah komando Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.
”Patut kita syukuri. Pertumbuhan tinggi jadi indikator produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Ini cermin meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemkab mendorong sektor unggulan,” kata Aryan.
Lompatan pertumbuhan ditopang kinerja sektor unggulan. Industri pengolahan, pertanian, konstruksi, perdagangan besar-eceran, serta transportasi dan pergudangan jadi penopang utama PDRB. Keberadaan Kawasan Industri dan aktivitas Pelabuhan Bakauheni disebut memberi daya dorong signifikan terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Dengan 5,71%, Lampung Selatan masuk jajaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Lampung. Pemerintah daerah menyebut tren ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja.
”Kenaikan ini buah dari konsistensi pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan hilirisasi produk pertanian,” ujarnya.
Aryan menyebut struktur ekonomi Lampung Selatan sekarang ekspansif dan solid. Ada empat mesin utama yang ngegas, diantaranya:
1. Pertanian: Masih jadi tulang punggung. Stabil dan produktif
2. Industri pengolahan: Kapasitas produksi naik. Nilai tambah komoditas lokal ikut melambung
3. Perdagangan: Barang dan jasa muter makin kencang
4. Konstruksi: Proyek infrastruktur bikin konektivitas lancar. Efek gandanya kena sampai warung dan UMKM
Menurut Aryan, kombinasi kebijakan yang tepat di sektor unggulan bikin pelaku usaha makin percaya diri. Roda ekonomi pun muter tanpa rem.
Ke depan, Bupati Radityo Egi Pratama menetapkan pariwisata berkelanjutan sebagai fokus pembangunan.
”Pak Bupati ingin pertumbuhan 5,71% ini dijaga lewat diversifikasi ekonomi. Potensi wisata pantai, Gunung Krakatau, sampai desa wisata akan didorong dengan prinsip berkelanjutan. Ekonomi naik, lingkungan terjaga, UMKM dan warga lokal jadi tuan rumah,” tegas Aryan.**”











