Berita

Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat Gelar Upacara Hari Santri, Ribuan Peserta Memadati Lapangan Karang Anyar

4
×

Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat Gelar Upacara Hari Santri, Ribuan Peserta Memadati Lapangan Karang Anyar

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan_ Sekitar 2.000 peserta mengikuti upacara peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Panitia Persiapan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jati Agung Barat di Lapangan Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (22/10/2026).

Upacara dipimpin Kiai Abdul Aziz At-Tarmasie, Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jati Agung, selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti para santri, pengasuh dan keluarga besar pondok pesantren, Muslimat NU, serta masyarakat dari sejumlah desa di wilayah Jati Agung.

Peserta antara lain berasal dari pondok pesantren dan unsur masyarakat Desa Jatimulyo, Margakaya, Karang Anyar, Karangsari, Rejomulyo, Fajar Baru, Way Huwi, Margagung, serta Muslimat NU Karangsari dan sejumlah unsur lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karang Anyar Sumanto dan Kepala Desa Margakaya Mujimin. Kedua kepala desa tersebut turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Santri yang digelar Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat.

Ketua Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat, Ustaz Heriyanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan sukses,” ujar Heriyanto.

Peringatan Hari Santri 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Di antaranya ziarah ke lima makam ulama, Mujahadah Istighotsah KH Hasyim Asy’ari dan Dzikir Walikutuban, serta aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Dalam amanatnya, Kiai Abdul Aziz mengingatkan para santri agar tidak melupakan sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menyinggung Resolusi Jihad yang dicetuskan Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945 sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, semangat perjuangan para ulama dan santri pada masa itu harus menjadi pelajaran bagi generasi sekarang. Peringatan Hari Santri tidak cukup hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat jasa para ulama dan santri serta meneruskan perjuangan mereka dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Jangan melupakan sejarah. Kita tidak boleh melupakan jasa para ulama dan tidak boleh melupakan jasa para santri,” pesan Kiai Abdul Aziz.

Ia menegaskan, santri dan pesantren memiliki tanggung jawab untuk terus berperan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilakukan di lingkungan pesantren, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai ruang kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Melanjutkan peran santri, melanjutkan peran pesantren dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengisi seluruh ruang kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Kiai Abdul Aziz, semangat tersebut merupakan bagian dari amanat perjuangan yang harus diteruskan generasi santri untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan dan kejayaan Indonesia.

Setelah pelaksanaan upacara, panitia tengah mempersiapkan rangkaian kegiatan berikutnya berupa pawai santri.

Pawai tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di wilayah Jati Agung yang melibatkan para santri dan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Panitia Persiapan MWCNU Jati Agung Barat berupaya menjadikan peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kehidupan keagamaan, kepedulian sosial, persatuan, serta semangat kebangsaan di tengah masyarakat.(*)

Pewarta  : Nurdin Kamini 

Sumbern: Edy Sriyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *