Berita

Bupati Lampung Selatan Terjang Medan Ekstrem, Pimpin Misi Darurat Penyelamatan Gunung Rajabasa

19
×

Bupati Lampung Selatan Terjang Medan Ekstrem, Pimpin Misi Darurat Penyelamatan Gunung Rajabasa

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan- Dalam sebuah langkah berani dan penuh komitmen, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, langsung terjun ke garis depan mitigasi bencana. Hari Sabtu (4/4/2026) kemarin, beliau memimpin ekspedisi mendebarkan ke jantung Hutan Lindung Gunung Rajabasa, meninjau langsung lokasi longsor dan menginisiasi penanaman pohon darurat. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan deklarasi tegas Pemkab Lampung Selatan untuk melawan ancaman longsor dan menjaga paru-paru bumi di kaki Gunung Rajabasa.

‎Perjalanan Bupati Egi, didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto dan para pejabat utama, dimulai dari Desa Sumur Kumbang. Mereka menapaki jalur pendakian sejauh tiga kilometer, menembus medan yang dikenal ekstrem, menuju titik longsor yang tersembunyi jauh di zona inti hutan lindung. Sebuah perjalanan yang menguji fisik, namun membawa misi mulia.

‎Di tengah puing longsor yang masih menyimpan jejak kekuatan alam, Bupati Egi tanpa ragu memulai penanaman pohon. Sebanyak 50 bibit beringin dan aren, dipilih karena daya cengkeram akarnya yang kuat, ditancapkan di titik-titik paling krusial. Ini adalah investasi hijau untuk masa depan, pengikat tanah yang rapuh agar tidak menyerah lagi pada desakan alam.

‎“Hari ini kita bukan hanya menanam pohon, tapi menanam harapan. Kita memperkuat tanah ini agar Gunung Rajabasa tetap berdiri kokoh,” tegas Bupati Egi, suaranya lantang di tengah hening hutan. Ia mengakui, target awal 200 pohon harus disesuaikan demi keselamatan tim di medan yang tak ramah. “Faktor keselamatan tim menjadi prioritas utama di tengah medan ekstrem ini,” tambahnya.

‎Egi juga tak henti-hentinya menyuarakan urgensi kepedulian bersama. “Menjaga Gunung Rajabasa adalah tugas kita semua. Masyarakat, khususnya di wilayah penyangga, harus menjadi garda terdepan. Lebih baik menanam dan merawat pohon sekarang, daripada menyesali bencana yang tak terhindarkan nanti,” serunya, menyerukan kesadaran kolektif.

‎Fakta menariknya, investigasi awal menunjukkan longsor ini murni desakan alam, bukan ulah tangan manusia. Lokasi longsor yang mulai ditumbuhi vegetasi alami dan keberadaannya di zona inti hutan lindung yang steril dari aktivitas pertanian, menjadi bukti nyata. Ini adalah peringatan dari alam, yang direspon dengan aksi nyata.

Penanaman 50 pohon ini mungkin terlihat kecil, namun adalah simbol besar dari perjuangan berkelanjutan Pemkab Lampung Selatan. Sebuah langkah awal yang diharapkan akan menumbuhkan ribuan lainnya, memperkuat daya dukung lingkungan, dan meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *